Inilah mengapa rasa miliki sangat penting untuk kesehatan mental Anda ?

     

Kalau dipikir-pikir, hampir setiap aspek kehidupan kita diatur untuk dimiliki oleh sesuatu. Pertimbangkan berapa banyak dari grup ini yang dengan bangga Anda bagikan asosiasi Anda:

  • Keluarga
  • Tim olahraga
  • Sekolah
  • Grup teman
  • Tim bisnis
  • Kelompok politik
  • Kelompok agama/spiritual
  • Klub penggemar
  • Kota, negara, kebangsaan
Kemungkinan besar Anda termasuk dalam beberapa, atau bahkan semua, kelompok ini. Senang rasanya menjadi bagian dari keseluruhan yang lebih besar, dibangun di sekitar  nilai, keyakinan, dan tujuan  bersama. Dan itu bukan hanya Anda. Kebersamaan merupakan hal mendasar bagi umat manusia. Mengejarnya adalah kekuatan pendorong di belakang keinginan kita untuk menjadi bagian dari suatu kelompok, dan kehadiran (atau ketidaktahiran) berdampak langsung pada kesejahteraan mental, emosional dan fisik kita.

Merasa seperti milik Anda lebih dari sekadar hubungan sosial

Rasa miliki tumbuh dari perasaan terhubung dengan orang lain, dan perasaan bahwa Anda adalah bagian dari sesuatu. Itu bisa dengan individual, kelompok, atau komunitas yang lebih besar. Namun, hubungan sosial tidak selalu sama dengan kepemilikan. Lebih dari sekadar kenalan antara orang atau kelompok, rasa memiliki adalah tentang dilihat, diterima dan didukung oleh orang lain dan melakukan hal yang sama untuk mereka. Itu dibangun secara bertahap dari waktu ke waktu dengan orang-orang yang mendukung kita sebagai manusia yang utuh dan otentik.

Berikut adalah 5 tips untuk membantu Anda meningkatkan kepemilikan Anda:

1. MENCOBA

Upaya Anda adalah salah satu bahan utama untuk membangun rasa memiliki dalam hidup Anda. Upaya Anda mungkin terlihat seperti:

  • Bergabunglah dengan grup pribadi atau profesional dengan nilai atau tujuan bersama
  • Mendaftar untuk kelas atau pelatihan yang Anda minati
  • Atur pertemuan atau waktu untuk berkumpul dengan teman lama dan baru

 2. Jadilah otentik

Anda harus menjadi milik Anda. Jika orang lain tidak melihat Anda yang sebenarnya, mereka tidak dapat menerima dan mendukung Anda, tidak menyisakan ruang untuk koneksi sejati tumbuh. Bagi banyak dari kita, menjadi otentik adalah sebuah tantangan. Apakah kita menghadapi tekanan dari luar untuk menjadi berbeda,atau tidak punya waktu (atau alat) untuk mengenal siapa kita sebenarnya, itu bisa terasa menakutkan. Mindfulness adalah alat sederhana untuk mulai menenangkan kebisingan dan terhubung dengan siapa anda sebenarnya.

3. Terhubung secara sadar

Ingin tahu tentang, dan memperhatikan, orang lain. Koneksi adalah bagian integral dari proses menjadi milik, jadi usahakan untuk terlibat dalam percakapan. Ajukan  pertanyaan, dengarkan tanggapannya dengan sungguh-sungguh, dan bagikan pemikiran dan pengalaman Anda jika perlu. Hindari mencoba untuk "memperbaiki"atau "menginstruksikan" orang lain, alih-alih berfokus untuk hadir dan memberikan ruang bagi mereka yang bersama Anda.

4. Praktek Penerimaan

Berfokuslah pada kesamaan daripada perbedaan orang-orang di sekitar Anda. Orang lain mungkin memiliki keyakinan atau cara yang berbeda dalam melakukan sesuatu, tetapi itu tidak berarti Anda tidak dapat tetap berbagi hubungan yang mendalam dengan mereka. Jadi, praktik-kan penerimaan untuk orang lain, dan pilih untuk melihat semua kesamaan Anda, termasuk tujuan atau keyakinan serupa yang Anda bagi. Anda juga dapat  mempraktikkan penerimaan yang sama dengan diri Anda sendiri. Berfokus pada semua tempat yang sudah Anda rasa milik Anda, daripadaberfokus pada area yang tidak Anda miliki, adalah cara yang bagus untuk meningkatkan rasa memiliki kita, dan mengundang lebih banyak orang masuk.

5. Bersabarlah

Butuh waktu untuk mendapatkan penerimaan, perhatian, dan dukungan dari orang lain. Jadi bersabarlah dan cobalah untuk menikmati prosesnya. Lebih mudah diucapkan daripada dilakukan, tetapi ingat bahwa membiarkan hubungan dibangun secara perlahan akan menciptakan fondasi yang kokoh.   Sumber:https://blog.calm.com/blog/belonging-science-mental-health